Menurutnya, semangat hijrah yang diajarkan dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
"Tahun baru Islam mari kita peringati dengan pengajian agar kehidupan kita ke depan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Pengajian seperti ini bukan hanya untuk didengarkan, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ahmad Baharudin.
Ia menilai kegiatan keagamaan yang rutin digelar masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan sosial. Melalui pengajian dan silaturahmi, hubungan antarwarga dapat semakin erat sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan damai.
Menurutnya, kerukunan menjadi modal penting dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus fondasi pembangunan daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat tali persaudaraan.
"Kalau masyarakat rukun, insya Allah semua kegiatan akan berjalan lancar, baik kegiatan ibadah maupun kegiatan ekonomi. Dengan sering bersilaturahmi dan mengikuti kegiatan keagamaan, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan damai," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, Pemerintah Desa Betak, para tokoh agama, serta masyarakat yang terus menjaga tradisi keagamaan di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat, para ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen sosial menjadi faktor penting dalam menciptakan kemajuan daerah.
Karena itu, ia berharap semangat gotong royong dan persatuan yang terbangun melalui kegiatan-kegiatan keagamaan dapat terus dipelihara.
Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang bertemunya masyarakat untuk saling mendukung dan menjaga keharmonisan.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Ubet mengajak jamaah menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal memperbaiki akhlak, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama, khususnya kaum dhuafa dan anak yatim.
Antusiasme warga terlihat hingga akhir acara. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk. Kehadiran mereka menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut tahun baru Hijriah. (fer/van)
Halaman:










