Deteksi Dini, BPJS Kesehatan Tulungagung Lakukan Skrining Siswa Sekolah Rakyat di Trenggalek

TULUNGAGUNG,BANGSAONLINE.comBPJS Kesehatan Cabang Tulungagung menggelar skrining kesehatan bagi 75 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek sebagai upaya deteksi dini gangguan kesehatan pada anak dan remaja.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan promotif dan preventif guna mendukung tumbuh kembang generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati mengatakan, anak-anak dan remaja merupakan kelompok usia yang membutuhkan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya.

Menurutnya, usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama menjadi fase penting karena anak mengalami perkembangan fisik, hormonal, dan emosional yang berlangsung cepat.

ā€œBPJS Kesehatan tidak hanya hadir untuk menjamin masyarakat saat sakit, tetapi juga mendorong upaya pencegahan penyakit sejak dini melalui skrining kesehatan. Kegiatan ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak tetap terpantau agar mereka dapat tumbuh sehat dan optimal dalam menjalani pendidikan,ā€ ujar Fitri, Rabu (20/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 75 siswa tingkat SD dan SMP mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Klinik Pratama Sidokkes Polres Trenggalek sebagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) mitra BPJS Kesehatan. 

Pemeriksaan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, hingga pemeriksaan fisik oleh dokter.

Menurut Fitri, skrining kesehatan sangat penting dilakukan karena mampu membantu mendeteksi dini gangguan kesehatan pada anak. 

Dengan deteksi lebih awal, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga kondisi kesehatan siswa tidak berkembang menjadi lebih serius dan tidak mengganggu proses belajar mereka di sekolah.

ā€œMelalui hasil skrining ini, apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan maka siswa dapat segera diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat mereka terdaftar. Dengan begitu, risiko penyakit dapat dikendalikan sejak awal,ā€ jelasnya.

Sementara itu, PS Kasidokkes Polres Trenggalek, Lukman Hadi Ismanto, menyambut baik pelaksanaan skrining kesehatan tersebut. 

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan bagi siswa sangat penting untuk mengetahui kondisi fisik dan status gizi anak sejak dini.

ā€œDari pemeriksaan Indeks Massa Tubuh melalui pengukuran tinggi dan berat badan, kita bisa mengetahui apakah kondisi gizi anak sudah baik atau belum. Kondisi kesehatan dan gizi yang baik tentu sangat mempengaruhi konsentrasi belajar dan aktivitas mereka sehari-hari,ā€ terang Lukman.

Ia menambahkan, pemeriksaan dokter juga dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah dan orang tua untuk mengambil langkah pengelolaan kesehatan siswa, termasuk pencegahan penyakit yang kini mulai banyak ditemukan pada usia anak dan remaja seperti diabetes maupun hipertensi.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek, Yogyantoro, juga mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan skrining kesehatan tersebut.

Menurutnya, hasil pemeriksaan kesehatan siswa akan menjadi pedoman bagi sekolah dalam mengatur pola hidup sehat bagi anak-anak yang tinggal di asrama.

ā€œAnak-anak tinggal di asrama selama 24 jam sehingga kondisi kesehatan mereka menjadi tanggung jawab sekolah. Dengan skrining kesehatan ini, kami bisa mengetahui kondisi siswa lebih awal dan menentukan langkah pengelolaan kesehatan seperti pengaturan gizi makanan, aktivitas olahraga, hingga penanganan apabila ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan,ā€ ujarnya.

Yogyantoro berharap kegiatan skrining kesehatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar kondisi kesehatan siswa terus terpantau dengan baik. (fer/van)