PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Tradisi Grebeg Suro digelar di Candi Pecinan, Dusun Raos, Desa Carat, Kecamatan Gempol, Selasa (30/6/2026), sebagai upaya melestarikan budaya Jawa.
Kegiatan tahunan tersebut dihadiri para seniman jawara asal Desa Carat, tokoh adat, dan para sesepuh setempat.
Acara diisi dengan tembang Jawa, macapat, serta doa bersama yang memadukan tradisi Jawa dan syariat Islam.
Kepala Desa Carat Ahmad Fathoni mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelestarian budaya Jawa.
"Giat ini adalah melestarikan budaya Jawa bukan muja berhala," kata Mas Toni, sapaan Ahmad Fathoni.
Ia menjelaskan mayoritas peserta yang hadir beragama Islam sehingga tidak perlu diragukan keyakinannya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Menurutnya, tradisi Grebeg Suro telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa kerajaan-kerajaan di Jawa hingga masuknya agama Islam.
Ia menambahkan, tradisi tersebut bertujuan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar masyarakat dijauhkan dari mara bahaya serta diberi ketenteraman, keamanan, dan kedamaian.
Usai doa bersama, Aqilah Qisya Al Humairah atau Qisya membawakan tembang macapat.
Lantunan macapat yang mengisahkan perjalanan kehidupan alam semesta itu disimak dengan penuh haru dan khusyuk oleh para sesepuh adat serta tamu undangan. (afa/van)










