BANGKALAN,BANGSAONLINE.com -Rutan Kelas IIB Bangkalan memperketat pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan guna mencegah masuknya barang terlarang, termasuk narkoba, sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan di lingkungan rutan tetap terjaga.
Kepala Rutan Kelas IIB Bangkalan Budi Setyo Prabowo menegaskan seluruh orang dan barang yang masuk wajib melalui pemeriksaan ketat.
Pemeriksaan dilakukan terhadap pengunjung, tamu, hingga petugas yang bertugas di dalam rutan.
“Jika ada barang-barang terlarang yang dibawa masuk, maka dilakukan pemeriksaan menyeluruh hingga dipastikan aman. Setelah itu baru diperkenankan masuk ke rutan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Budi menjelaskan pemeriksaan dilakukan oleh petugas khusus yang telah ditunjuk.
Petugas melakukan penggeledahan terhadap barang bawaan maupun tubuh pengunjung. Barang berbahaya seperti senjata tajam tidak diperbolehkan masuk ke dalam rutan.
Sementara itu, makanan masih diperbolehkan dengan pengawasan ketat.
Selain pemeriksaan manual, pengawasan juga didukung penggunaan teknologi.
Pihak rutan telah memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik rawan.
“Alhamdulillah, kita memasang CCTV di titik-titik rawan, baik di luar maupun di dalam rutan. Dengan begitu, aktivitas pengunjung maupun interaksi dengan warga binaan bisa terpantau secara langsung,” ucapnya.
Menurutnya, penggunaan CCTV dan alat deteksi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan.
Langkah tersebut juga untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan rutan.
“Dengan pengawasan ketat dan teknologi pendukung, kami memastikan rutan dalam kondisi aman dan terkendali,”cetusnya.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan BNNP Jawa Timur Teguh Sugiharto menegaskan komitmen pihaknya dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Ia menyebut kerja sama dengan lembaga pemasyarakatan terus dilakukan.
“Kalau dulu ada program rehabilitasi di lapas, sekarang memang sudah tidak ada. Namun kami tetap bekerjasama dengan lapas, khususnya melalui undangan untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi,” ujarnya di kesempatan yang sama.
Teguh menambahkan BNNP Jawa Timur juga melakukan pemeriksaan rutin di lapas setiap tiga bulan.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.
“Kami hadir untuk memastikan pengawasan berjalan baik, sekaligus memberikan sosialisasi kepada pegawai lapas, rutan, maupun warga binaan,” tandasnya.










