Berdasarkan pemantauan, intensitas hujan pada Desember 2025 menurut BMKG Juanda mencapai 20%, sementara Januari diperkirakan meningkat hingga 58% atau hampir tiga kali lipat, sebelum menurun kembali menjadi sekitar 22% pada Februari 2026.
"Di Aceh, Sumatera Utara Sumatera Barat (laju air hujan) kisarannya 135 mm per detik. Kita di bulan Januari itu sekitar 300-400 mm per detik. Ini kondisi yang harus diwaspadai bersama," ucapnya.
Berkaitan dengan prediksi bencana hidrometeorologi tersebut, Pemprov Jatim kata Khofifah, telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 Desember 2025 sebagai bagian dari ikhtiar mitigasi.
Namun demikian, menurutnya, upaya teknis saja tidak cukup tanpa peningkatan kewaspadaan seluruh pihak serta diikuti do'a kita semua.










