Kenalkan Eco Wisata Kampung Terpadu, Dandim Tuban Gelar Senam Bareng dan Tanam Pohon

“Kita mulai dengan olahraga bersama, penanaman pohon, dan melihat langsung potensi wisata yang kita konsep sebagai destinasi rekreasi masyarakat dengan panorama perbatasan Tuban–Bojonegoro,” kata Dandim Dicky.

Menurutnya, konsep eco wisata ini sejalan dengan program pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden Prabowo, yang mendorong percepatan ekonomi wilayah. 

Lokasi ini, kata dia, akan menggabungkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM untuk menggerakkan roda perekonomian desa.

“Ke depan, akan ada kafe, area camping, wisata edukasi, hingga wisata buah seperti durian, mangga, dan jambu. Semua ini untuk masyarakat dan akan dikelola bersama koperasi dan pelaku usaha muda,” jelasnya.

Kendati belum 100 persen rampung, pria asal Mojokerto ini menyebut, kawasan ini sudah dapat dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan. 

Mulai dari senam bersama, kemah, hingga menikmati sunrise di tepi Bengawan Solo.

Dandim juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan berkoordinasi melalui Koramil setempat.

"Jika masyarakat ingin memanfaatkan fasilitas ini bisa berkoordinasi melalui Koramil setempat. Karena sebagian pemangku wilayah,"

Dengan perpaduan wisata alam, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi, Eco Wisata Kampung Terpadu Menilo diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Tuban–Bojonegoro.

"Semoga kehadiran Eco wisata ini memberikan manfaat," tandasnya.

Sementara itu, Camat Soko, Sucipto saat memberikan sambutan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kodim 0811. Menurutnya, Desa Menilo termasuk desa yang belum mandiri.

“Desa Menilo termasuk desa yang belum mandiri. Kehadiran eco wisata ini saya yakin akan disambut gembira dan mampu mengangkat perekonomian masyarakat,”pungkasnya. (coi/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: