Komoditas yang dilakukan jual dan beli pada misi dagang antara lain baru bara, pakan ikan, produk makanan minuman, produk fashion, telur ayam konsumsi, hewan ternak sapi, karkas ayam, aneka produk olahan perikanan, rokok dan bahan baku resto, mesin las dan sparepart. Sementara untuk investasi pada komoditas crude palm oil (CPO) dan Wood Pallet.
Selain itu ada pula produk olahan lain yang diikutsertakan dalam misi dagang kali ini seperti konveksi dan pakaian dalam, aneka olahan ikan, rempah-rempah, olahan kepiting, abon tuna serta daging sapi dan olahan daging sapi.
Misi Dagang Strategis
Misi dagang antara Jatim dan Kaltim kata Khofifah, sangat strategis. Hal ini terlihat dari neraca perdagangan kedua provinsi di tahun 2023.
Di mana nilai perdagangan kedua wilayah ini tercatat sebesar Rp 23,25 triliun. Terdiri dari nilai bongkar (pembelian dari Kaltim) mencapai Rp 18,89 triliun dan nilai muat (penjualan ke Kaltim) sebesar Rp 4,36 triliun.










