TUBAN, BANGSAONLINE.com - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan ELSAL dan Pemerintah Kabupaten Tuban terus bersinergi mendorong para petani penggarap lahan untuk selalu menjaga keselamatan, terutama saat beraktivitas di sekitar jalur pipa minyak mentah Banyu Urip.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, EMCL mengundang jajaran pemerintah dan perwakilan petani yang berada di sepanjang koridor pipa sepanjang 72 kilometer untuk mengikuti sosialisasi keamanan dan keselamatan bersama.
Perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon, menyatakan bahwa forum ini mempertemukan berbagai pihak lintas sektor, mulai dari dinas terkait, badan usaha milik daerah (BUMD), jajaran kecamatan, Perhutani, PLN, hingga para petani penggarap lahan.
Langkah ini dinilai krusial untuk menyelaraskan protokol keselamatan industri dengan produktivitas pertanian warga tanpa saling merugikan.
"Kami berikan pemahaman mengenai batas kedalaman galian dan larangan mendirikan bangunan di atas jalur pipa hulu migas. Tentu mutlak diperlukan untuk mencegah insiden fatal yang dapat mengganggu distribusi energi nasional," beber Rifqi Romadhon, Kamis (2/7/2026).
Rifqi menambahkan, komunikasi yang intens merupakan kunci utama agar aktivitas pertanian di sekitar objek vital nasional ini tetap berjalan aman. Guna memperkuat hubungan baik tersebut, EMCL juga membekali warga lewat program pertanian berkelanjutan yang berfokus pada pemanfaatan lahan secara aman.
"ELSAL Indonesia sebagai mitra EMCL telah menyiapkan sejumlah program taktis bagi petani jalur pipa antara lain dan edukasi keselamatan jalur pipa secara berkala bagi kelompok tani," imbuhnya.
Langkah proaktif ini mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Tuban. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Ulfa Mei Sayekti, menegaskan pentingnya memiliki satu visi yang sama dalam mengelola lahan di area sabuk hijau (green belt) jalur pipa.
"Kami mengapresiasi upaya EMCL yang tidak hanya memperhatikan aspek keamanan operasi, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas petani melalui program pertanian berkelanjutan," ujar Ulfa Mei Sayekti kepada wartawan.
Efek domino dari program pengembangan masyarakat (PPM) yang diinisiasi oleh EMCL ini juga dirasakan langsung di tingkat bawah. Camat Plumpang, Saefiyudin, menyoroti bagaimana pendampingan yang konsisten dari perusahaan berhasil memicu kemandirian sosial dan ekonomi di wilayahnya, salah satunya di Desa Trutup.
"Desa Trutup kini memiliki program pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi seluruh warganya. Program ini menjadi salah satu dampak nyata dari dukungan berkelanjutan EMCL melalui berbagai program pengembangan masyarakat yang telah dijalankan di Desa Trutup," papar Saefiyudin.
Menurut Saefiyudin, peningkatan tata kelola dan kapasitas desa berkat program PPM ini memicu inovasi pelayanan publik yang luar biasa dari pemerintah desa.
"Pemerintah desa mampu menghadirkan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh warga, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dalam aspek pembangunan fisik, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat secara riil," pungkasnya. (coi/rev)










