JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Bina Haji Khusus dan Umrah meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), khususnya yang memberangkatkan jemaah melalui Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan operasional keberangkatan dan kedatangan jemaah.
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah, Moh. Fauzin, menyampaikan imbauan ini sebagai tindak lanjut evaluasi hari pertama pelaksanaan Surat Edaran DJPU Nomor 12 Tahun 2026 dan Surat Edaran Nomor 153/BN/2026 pada 1 Juli 2026.
“Pada hari pertama pelaksanaan ketentuan ini, kami masih menemukan sejumlah hal yang perlu segera diperbaiki. Masih ada jemaah umrah yang tiba terlambat di Terminal 2F. Padahal, pihak maskapai tidak akan memproses check-in apabila jemaah belum hadir sesuai waktu yang ditentukan,” ujarnya pada Rabu (1/7/2026).
Selain keterlambatan, Kemenhaj menemukan koper tambahan rombongan umrah yang tidak seragam dan tidak berlabel, sebagian merupakan milik owner PPIU. Fauzin menjelaskan, pelaksanaan split operation juga menunjukkan masih banyak bagasi tambahan, terutama pada penerbangan Saudia, yang sulit diidentifikasi karena tidak memiliki tanda khusus.
Untuk memudahkan identifikasi, Kemenhaj meminta PPIU yang menggunakan maskapai Saudia, Hainan, dan Loong Air memberikan tanda pita merah pada seluruh bagasi rombongan umrah.
“Pita merah ini penting agar petugas di lapangan dapat mengenali bagasi rombongan umrah secara cepat dan tepat,” tegasnya.
Fauzin juga meminta agar Surat Edaran Nomor 153/BN/2026 kembali disosialisasikan kepada seluruh PPIU agar ketentuan teknis di Terminal 2F berjalan tertib dan sesuai prosedur.
“Kepatuhan PPIU menjadi kunci kelancaran layanan keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah. Kami berharap seluruh PPIU dapat menyesuaikan pola operasional, memastikan jemaah hadir tepat waktu, serta menertibkan bagasi rombongan sesuai ketentuan,” tambahnya.
Kemenhaj mengapresiasi dukungan asosiasi PPIU, maskapai, pengelola bandara, dan seluruh pihak terkait dalam penataan layanan umrah di Terminal 2F. Evaluasi akan terus dilakukan agar pelayanan semakin tertib, aman, dan nyaman. (msn/mar)










