GRESIK,BANGSAONLINE.com - BPJS Kesehatan Cabang Gresik mencatat sebanyak 39 persen peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri masih menunggak iuran dengan total mencapai Rp99,9 miliar.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gresik, Janoe Teguh Prasetijo, mengatakan peserta mandiri mencakup sekitar 10 persen dari total peserta JKN di wilayah Gresik.
“Data tunggakan peserta mandiri seluruh kelas layanan itu jika ditotal senilai Rp99,9 miliar. Untuk sisanya yakni 61 persen peserta mandiri aktif melakukan pembayaran," kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gresik, Janoe Teguh Prasetijo, Selasa (30/6/2026).
Janoe melanjutkan dari sisi finansial, realisasi penerimaan iuran di wilayah Gresik tercatat sebesar Rp302,55 miliar. Sementara realisasi biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp292,69 miliar yang menghasilkan rasio klaim sehat di angka 97 persen.
“Melihat fakta tersebut, dihimbau kepada peserta mandiri yang masih memiliki tunggakan iuran untuk dapat menuntaskan agar kepesertaannya tetap aktif sehingga bisa mengakses layanan kesehatan tanpa kendala. Jika terdapat peserta yang mengalami kendala finansial, kami juga sudah menyediakan Program Rencana Pembayaran Bertahap atau Rehab,” tuturnya.
Membahas tentang Rehab, Janoe menyebut saat ini ada Program REHAB 3.0. Janoe menjelaskan bahwa program Rehab kali ini lebih fleksibel.
“Di Program Rehab 3.0 ini peserta bisa memilih cicilan bulanan atau harian, dengan nominal harian yang bisa disesuaikan kemampuan mulai Rp10 rirbu. Kalau seluruh cicilan sudah lunas, status JKN langsung aktif di hari itu juga. Program ini bisa diikuti peserta JKN mandiri maupun peserta yang sudah pindah segmen, dengan tunggakan 4 sampai 24 bulan. Pendaftaran bisa melalui Mobile JKN atau WhatsApp PANDAWA 0811 8 165 165,” terang Janoe.
Janoe menyebut transformasi mutu layanan digital terus dipacu demi meningkatkan kepuasan peserta melalui kemudahan administrasi. Saat ini, masyarakat cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP atau KIS Digital tanpa perlu melampirkan fotokopi berkas saat berobat. Kemudahan ini dirasakan oleh salah satu peserta di Kabupaten Gresik, Vita Nila.
“Alhamdulillah saya salah satu peserta yang merasakan kemudahan administrasi yang dihadirkan BPJS Kesehatan. Saya sangat mengapresiasi solusi yang diberikan kepada peserta, termasuk adanya program cicilan ini sangat meringankan kita, “ ujarnya. (red)










