
SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Jam'iyah Sholawat Nariyah Al Mas'udiyah Sidoarjo terus menjadi wadah silaturahmi sekaligus syiar Islam dengan rutin menggelar pembacaan Sholawat Nariyah yang kini diikuti lebih dari 200 jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo.
Selain menggelar zikir dan pembacaan sholawat, komunitas ini juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial dengan tujuan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Nama Jam'iyah Sholawat Nariyah Al Mas'udiyah memiliki sejarah panjang. Majelis ini bermula dari kawasan makam Mbah KH Ali Mas'ud di Desa Pagerwojo dan berkembang menjadi majelis rutin yang diikuti ratusan jamaah dari berbagai kecamatan di Sidoarjo.
Ketua Jam'iyah Sholawat Nariyah Al Mas'udiyah Sidoarjo, H. Irwan, menuturkan nama "Al Mas'udiyah" diberikan langsung oleh gurunya, KH. Hussein Hasyim dari Berbek, Waru.
Penamaan tersebut merujuk pada lokasi awal berdirinya majelis, yakni di kompleks makam dan Masjid Mbah KH Ali Mas'ud atau yang akrab disapa Mbah Ud.
“Jadi kenapa dinamakan Nariyah Al Mas’udiyah, karena base camp kami dulu mulai berdiri di makam, di masjid Mbah Ali Mas’ud, Pagerwojo. Guru kami, Kiai Haji Hussein Hasyim yang menamakan jamaah ini dengan nama Al Mas’udiyah,” jelas H. Irwan saat ditemui di Rumah Nariyah Al Mas'udiyah, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kamis (26/6/2026) malam.
H. Irwan menjelaskan, cikal bakal jam'iyah tersebut telah berdiri sejak 2008 dengan nama Jam'iyah Al Mukhorobin. Saat itu, kegiatan masih terbatas di Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, di bawah bimbingan Ustaz Mahrus.
Perkembangan signifikan mulai terjadi pada 2010. Pengajian rutin digelar setiap Senin malam di Musala Baitus Salam, Desa Ketimang, sedangkan pembacaan Sholawat Nariyah dilaksanakan dua pekan sekali setiap Kamis malam Jumat secara bergilir.
“Kalau Nariyahan kami laksanakan setiap dua minggu sekali, Kamis malam Jumat. Tempatnya di rumah Nariyah Pagerwojo secara bergilir,” kata H. Irwan.
Rangkaian kegiatan majelis diawali dengan tahlil dan istigasah untuk mendoakan jamaah yang telah wafat, kemudian dilanjutkan salat hajat empat rakaat dengan dua salam.
Dalam salat hajat tersebut, Surat Al-Ikhlas atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan "Qulhu" dibaca dengan hitungan khusus pada setiap rakaat.
Bacaan Surat Al-Ikhlas dilakukan sebanyak 10 kali pada rakaat pertama, 20 kali pada rakaat kedua, 30 kali pada rakaat ketiga, dan 40 kali pada rakaat keempat sehingga total mencapai 100 kali.
Setelah rangkaian salat hajat selesai, seluruh jamaah bersama-sama melantunkan Sholawat Nariyah yang kemudian ditutup dengan zikir.
Seiring berjalannya waktu, Jam'iyah Sholawat Nariyah Al Mas'udiyah semakin dikenal masyarakat. Bahkan, setiap Kamis malam Jumat Legi, jamaah diundang Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk menggelar Nariyahan di Pendopo Delta Wibawa. Undangan serupa juga datang dari berbagai instansi, salah satunya SMK Antartika Sidoarjo.
Saat ini jumlah jamaah mencapai lebih dari 200 orang yang berasal dari berbagai kecamatan, di antaranya Wonoayu, Krian, Sukodono, Tanggulangin, Tulangan, Prambon, Jabon, Porong, Gedangan, hingga Sidoarjo Kota.
“Tujuan kami bentuk semata-mata agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menambah mahabbah cinta kita kepada junjungan Nabi Muhammad SAW,” pungkas Irwan. (sta/van)









