Tahun Baru Islam, Bupati Pamekasan Ingatkan Perbedaan Jangan Jadi Pemecah Persatuan

PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengajak masyarakat menjaga toleransi dan persatuan di tengah perbedaan pandangan keagamaan pada momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Renungan Muharram 1448 Hijriah dan santunan kepada 300 anak yatim di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan itu merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Masjid Agung Asy-Syuhada, dan Baznas Pamekasan.

Dalam sambutannya, Kholilurrahman menyinggung adanya perbedaan penetapan awal 1 Muharram tahun ini yang melahirkan beberapa versi.

Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam yang lahir melalui proses ijtihad para ulama.

“Sekalipun kemarin penetapan awal Muharram ada dua versi, ada yang Senin dan ada yang Selasa, kita harus tetap saling menghormati. Perbedaan kecil yang lahir dari hasil ijtihad jangan sampai membuat kita terpecah,” ujar Kholilurrahman.

Ia menegaskan, perbedaan pendapat tidak semestinya menjadi pemicu perselisihan.

Sebaliknya, keberagaman pandangan harus dijadikan kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis dan dewasa dalam menyikapi perbedaan.

“Kalau hasil ijtihad benar mendapatkan dua pahala, kalau salah mendapat satu pahala. Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk berbeda dalam nuansa yang kecil. Yang harus dikedepankan adalah toleransi, persaudaraan, kesatuan, dan persatuan,” tegasnya.

Menurutnya, perbedaan pendapat bukan alasan untuk memunculkan perselisihan. Justru, keberagaman pandangan harus menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih dewasa dan harmonis.

“Kalau hasil ijtihad benar mendapatkan dua pahala, kalau salah mendapat satu pahala. Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk berbeda dalam nuansa yang kecil. Yang harus dikedepankan adalah toleransi, persaudaraan, kesatuan, dan persatuan,” tegasnya.

Bupati menyebut, suasana aman dan kondusif yang selama ini terjaga di Pamekasan menjadi salah satu modal penting dalam mendorong kemajuan daerah. Menurut dia, kebersamaan masyarakat turut memberikan dampak positif terhadap pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pamekasan saat ini tercatat menjadi yang tertinggi di Jawa Timur dengan capaian 7,76 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Pamekasan tertinggi se-Jawa Timur, salah satunya tentu karena kita bisa berjalan beriringan bersama-sama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kholilurrahman juga menegaskan pentingnya menjaga Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami) sebagai identitas pembangunan Pamekasan. Program yang dideklarasikan sejak 2002 atas dorongan para ulama itu dinilai memiliki peran besar dalam memperkuat nilai moral dan religius masyarakat.

“Dengan adanya Gerbang Salam, kita bisa mengendalikan sebagian keburukan dan berbagai bentuk kemaksiatan. Ini harus terus kita pertahankan,” katanya.

Selain menjadi ruang refleksi spiritual menyambut tahun baru Hijriah, kegiatan tersebut juga menghadirkan kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada 300 anak yatim.

Bantuan itu menjadi wujud perhatian bersama terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan dan kepedulian masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Muharram yang disampaikan Guru Besar UIN Madura, Moh Zahid. (bel/dim/van)