250 Motor Terlibat Balap Liar Disikat Polres Ponorogo, Mayoritas Dipakai Pelajar Tanpa SIM

PONOROGO,BANGSAONLINE.com - Satlantas Polres Ponorogo menggelar operasi penertiban balap liar sejak Mei hingga pertengahan Juni 2026 dengan mengamankan sekitar 250 kendaraan yang diduga digunakan untuk aksi kebut-kebutan di sejumlah titik wilayah Ponorogo.

Dalam operasi yang berlangsung sejak Mei hingga pertengahan Juni 2026 itu, petugas berhasil menjaring sekitar 250 kendaraan yang diduga kuat akan dipakai untuk balap liar di berbagai lokasi di Bumi Reog.

Sebagian besar kendaraan yang disita merupakan sepeda motor yang dikendarai oleh pelajar.

Selain itu, mayoritas pengendara yang terjaring diketahui belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Dewo Wishnu Sudibyo menyampaikan bahwa penindakan dilakukan secara intensif bersama jajaran Satlantas untuk menekan praktik balap liar yang meresahkan masyarakat.

"Kurang lebih total kendaraan yang kami amankan sekitar 250 unit. Kami melaksanakan penindakan secara hukum bersama anggota Satlantas Polres Ponorogo. Hampir 70 persen pelaku balap liar yang kami temui adalah anak-anak pelajar," ungkap Dewo.

Tidak hanya sepeda motor, petugas juga menemukan sejumlah mobil yang diduga akan digunakan untuk aksi balap liar di jalan raya.

Oleh karena itu, pengawasan akan diperketat selama periode libur sekolah.

Menurut Dewo, masa libur sekolah berpotensi meningkatkan aktivitas remaja di luar rumah, termasuk aksi balap liar pada malam hingga dini hari.

Kondisi tersebut menjadi alasan peningkatan patroli rutin di sejumlah titik rawan.

"Karena yang terjaring kebanyakan pelajar SMP dan SMA yang belum memiliki SIM, tentu kami akan memperketat patroli di masa-masa libur sekolah seperti sekarang ini," tegasnya.

Sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi balap liar di antaranya kawasan Alun-Alun Ponorogo, Jalan Baru, Jalan Urip Sumoharjo, hingga wilayah Babadan.

Ruas jalan yang relatif sepi pada malam hari kerap dimanfaatkan para pelaku untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Hasil temuan polisi, para pelaku yang diamankan tidak hanya berasal dari Ponorogo. Sebagian di antaranya diketahui berasal dari daerah sekitar seperti Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan.

"Tidak hanya dari Ponorogo, para pelaku balap liar ini juga datang dari wilayah lain seperti Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan," imbuhnya.

Dewo menegaskan bahwa upaya pencegahan balap liar menjadi atensi khusus Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wishnu Sudibyo.

Langkah tersebut ditempuh untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan korban jiwa.

"Ini merupakan program pimpinan, Bapak Kapolres Ponorogo, untuk terus memitigasi balap liar. Karena itu patroli tetap kami lakukan setiap hari," pungkasnya.