Prof Kiai Imam Ghazali: Haji 2026 Lancar karena Menhaj dan Amirul Hujjaj Tidak Leha-Leha

MAKKAH, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA, menilai bahwa pelaksanaan haji 2026 sukses karena Amirul Hujjaj yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah Dr KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) dan Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak bekerja keras. Menurut Kiai Imam Ghazali, Gus Irfan turun langsung menginspeksi kemah-kemah sehingga tidak ada jamaah haji yang tak kebagian tenda seperti tahun lalu.

“Jadi Gus Irfan sebagai Amirul Haj yang dibantu para wakilnya benar-benar bekerja, tidak leha-leha, tidak hanya menikmati fasilitas,” ujar Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA kepada BANGSAONLINE di Makkah, Senin (1/6/2026).

Ia memberi contoh pelaksanaan Armuzna. Menurut dia, H-2 Gus Irfan dan Dahnil serta para Amirul Hujjaj menginspeksi kemah-kemah, baik di Mina maupun di Arafah. Gus Irfan, tegas Kiai Imam, tak segan-segan menegur petugas, jika ada yang tak sesuai dengan aturan.

“Kemah itu kan isinya 200 orang. Oleh Gus Irfan petugas disuruh menghitung. Ternyata setelah dihitung isi kemah itu kurang 28,” ujar Kiai Imam Ghazali Said. Akhirnya Gus Irfan langsung menyuruh petugas itu memberesi.

“Kalau banyak seperti itu kan banyak jamaah yang gak kebagian kemah,” ujar Kiai Imam Ghazali.

“Jadi kinerja pejabat Indonesia seperti Gus Irfan itu sangat efektif. Ini yang tidak terjadi pada pelaksanaan haji pada tahun sebelumnya,” tambah Kiai Imam Ghazali.

“Pada tahun lalu menterinya kan ke Amerika dulu,” ujarnya.

Sehingga yang bekerja di lapangan saat itu hanya pejabat di bawah menteri. Otomatis tidak efektif karena tak disegani dan tidak terkontrol dengan baik.

Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA saat mabit di Muzdalifah Makkah. Foto: Dok. pribadi/bangsaonline

Menurut Kiai Imam Ghazali, inspeksi Gus Irfan bersama para Amirul Haj ke lapangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran dan kesuksesan pelaksanaah haji tahun2026. Sehingga semua pertugas, mulai dari petugas di daker, sektor hingga ketua kloter akhirnya segan.

“Jadi sangat efektif,” ujar penulis sejumlah buku haji dan sejarah Kerajaan Arab Saudi itu.

Kiai Imam Ghazali yang tiap tahun membimbing jamaah haji ke tanah suci mengungkap pengalamannya tahun 2025.

“Tahun lalu saya tak kebagian kemah di Arafah. Saya dapat kemah darurat milik jamaah haji Turki. Ada tiga kemah milik jamaah haji Turki. Jadi saya menempati kemah milik jamaah haji Turki,” ujar pengasuh Pensantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya itu.

“Sekarang peristiwa itu tidak terjadi lagi. Setidaknya sepengetahuan saya,” ujarnya.

Karena itu guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu mengapresiasi Kemenhaj yang telah bekerja keras untuk kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan haji 20026. “Saya mengucapkan selamat kepada Kementerian Haji yang telah bekerja keras dan berkoordinasi dengan baik. Saya kira tahun depan ini harus dipertahankan,” ujar Kiai Imam Ghazali Said.

Prof Kiai Imam Ghazali juga mengapresiasi kinerja Syarikah Duyuful Bait (Al Bait Guest) dan Syarikah Rukun (Rakeen Mashariq). Menurut dia, dua syarikah ini juga professional sehingga bisa bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik dengan Kemenhan.

“Saya juga mengucapkan selamat kepada Syarikah Duyuful Bait dan Syarikah Rukun. Karena mereka telah bekerja dengan baik sehingga lancar,” ujar alumnus Univesitas Al Azhar Mesir dan Universitas Khartoum Sudan itu.

Menurut Kiai Imam Ghazali Said, pelaksanaan haji 2026 juga karena faktor terencana dengan baik. Sehingga para petugas haji di lapangan sudah tahu tugas dan pekerjaannya masing-masing.

“Kalau tahun lalu petugas hajinya kan terkesan tidak serius,” ujarnya.

Pembagian tugas yang terkoordinasi dengan baik itu juga berimbas positif pada sinergi yang baik pula. Syarikat, misalnya, bersinergi secara baik dengan markaz.

Ia mencontohkan haji tarwiyah. Menurut dia, selain terkordinasi dengan baik juga lebih murah.

“Saya kan selalu haji tarwiyah. Kalau dulu 300 riyal, sekarang hanya 150 riyal,” ujarnya.


Prof Kiai Imam Ghazali: Haji 2026 Lancar karena Menhaj dan Amirul Hujjaj Tidak Leha-Leha