MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur mengaku siap menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung pada 1 - 5 Agustus 2026. Kesiapan Kiai Asep itu juga telah disampaikan secara resmi kepada Panitia Muktamar ke-35 NU lewat surat bernomor 029/PPAU/V/1/2026, Kamis 21 Mei 2026.
Bahkan Kiai Asep siap menanggung konsumsi para alim ulama dan peserta muktamar atau para muktamirin.
“Saya siap menanggung semua konsumsi para kiai dan muktamirin. Saya akan sembelihkan puluhan sapi,” tegas kiai miliarder tapi dermawan itu kepada BANGSAONLINE, Jumat (22/5/2026) pagi ini lewat sambungan telepon seluler dari Makkatul Mukarramah.
Wisuda para santri penghafal Al Quran Amanatul Ummah di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Sabtu (16/5/2026).. Foto: bangsaonline
Kiai Asep sekarang memang sedang berada di tanah suci, sebagai Amirulhaj. Ia berangkat ke tanah suci bersama Menteri Haji dan Umrah Dr Muchammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) serta Wakil Menteri Agama Romo Syafii dan para pejabat lainnya. Kiai Asep yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu bertolak dari VIP Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten, Selasa (19/5/2026) tiga hari lalu.
“Ya, intinya kami menyatakan bersedia dan siap untuk menyukseskan terselenggaranya Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Amanatul Ummah,” ujar putra KH Abdul Chalim, salah seorang kiai pendiri NU dan pejuang kemerdekaan RI yang pada 10 Agustus 2023 ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim saat memberi wejangan kepada para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto. Foto: bangsaonline.
Menurut Kiai Asep, dari segi fasilitas infrastruktur, Pesantren Amanatul Ummah cukup representatif untuk ditempati Muktamar NU. Ia memberi contoh, Amanatul Ummah memiliki Student Centre yang bisa menampung 4.000 orang. Selain itu juga tersedia Gedung Istana VIP yang terdiri dari tempat pertemuan dan kamar khusus para kiai dan pejabat tinggi negara.
Pantauan BANGSAONLINE, Gedung Istana VIP ini terdiri dari dua lantai yang bangunannya perpaduan arsitektur klasik dan modern. Di lantai dua dilengkapi kolam renang yang cukup luas. Dan yang penting lagi viewnya sangat eksotis dan indah. Apalagi di lantai dua terdapat ruang terbuka sangat luas untuk istirahat yang langsung menghadap ke gunung Penanggugnan dan Welirang Pacet Mojokerto.
Bukan hanya itu. Juga tersedia tiga masjid besar, masing-masing dua lantai dan tiga lantai. Yang satu terletak di Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Masjid satunya lagi terletak di kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC).
Satu masjid lagi terletak di Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

Para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah dalam acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Rabu (22/10/2025). Foto: M.Mas'ud Adnan/bangsaonline.
Di kampus UAC itu pula tersedia Guest House yang terdiri dari dua lantai. Kamarnya juga luas-luas dan istimewa.
Selain itu tentu saja ada beberapa gedung asrama mahasiswa dan mahasiswa, termasuk mahasiswa-mashasiswi internasional dari beberapa negara. Asrama mahasiswa-mahasiswi itu terdiri dari empat lantai.
Begitu juga gedung tempat kuliah yang rata-rata terdiri dari empat lantai yang bertebaran di kampus UAC. Juga asrama santri putra dan putri yang sekarang dihuni puluhan ribu santri.
“Insyaallah tempat kita (Pesantren Amanatul Ummah dan kampus UAC) cukup untuk menampung para kiai dan para muktamirin,” ujar Kiai Asep yang pada 2025 dapat penghargaan Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Republik Indonesia.

Masjid Raya KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur. Foto: dok. Amanatul Ummah.
Apalagi Kiai Asep juga memiliki apartemen yang letaknya hanya beberapa meter dari kampus UAC.
Bahkan sekarang Kiai Asep sedang membangun dua asrama putri yang cukup megah dan besar di kampus UAC.
"Bulan Juni sudah selesai," ujar Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.
Salah satunya untuk asrama mahasiswi asing atau luar negeri.
Selain dua asrama itu Kiai Asep juga membangun auditorium. "Tapi kalau auditorium ini kayaknya belum selesai," ujarnya.
“Pokoknya kita siap ditempati dan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Tapi jangan ada risywah. Kalau ada risywah saya takut pondok saya tidak barakah,” ujar Kiai Asep yang gemar sedekah itu.
"Sudahlah, gak usah mikir biaya konsumsi, saya tanggung untuk konsumsi," ujar Kiai Asep yang tiap bulan suci Ramadan mengeluarkan sedekah dan zakat sekitar Rp 6 miliar hingga Rp 8 miliar.










