BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan sukses menggelar Jambore BUMDesa 2026 sebagai upaya nyata meningkatkan pemberdayaan ekonomi dari level akar rumput. Acara yang dipusatkan di Pendopo Pratanu pada Kamis (23/4/2026) ini menjadi panggung bagi berbagai produk olahan makanan dan kerajinan unggulan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bangkalan.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa jambore ini bukan sekadar pameran, melainkan instrumen penting untuk mengukur efektivitas pendampingan yang dilakukan pemerintah daerah selama ini.
"Acara jambore ini ditujukan untuk mengevaluasi dari apa yang sudah kita bina selama ini, yang dilaksanakan setiap tahunnya, sekaligus agar bisa ditunjukkan hasil dari karya dan usaha BUMDes yang ada di Kabupaten Bangkalan," ujar Bupati Lukman.
Bupati Lukman mengklaim, grafik keaktifan BUMDesa di Bangkalan menunjukkan tren positif. Saat ini, tercatat sedikitnya 70 BUMDesa yang beroperasi secara aktif dan terus berkembang.
"Yang aktif saat ini ada sekitar 70-an, dan alhamdulillah di setiap tahun ada peningkatan baik dari hasil produksi, UMKM binaan, bahkan unit usaha yang dilakukan BUMDes sendiri," terangnya.
Pemerintah daerah menargetkan produk-produk desa ini tidak hanya berputar di lingkup lokal, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk masuk ke pusat perbelanjaan (KDMP) dan pasar modern.
Guna mencapai target pasar modern tersebut, Bupati Lukman menyadari masih adanya kendala pada sisi legalitas produk. Oleh karena itu, Pemkab Bangkalan berkomitmen penuh untuk melakukan jemput bola dalam pengurusan izin.
"Memang ada beberapa produk yang kurang, seperti tidak ada BPOM dan sertifikasi halalnya. Maka dari itu, kita akan fasilitasi supaya pemberdayaan ekonomi berjalan di tingkat desa," pungkas bupati.
Senada dengan bupati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan, Abdul Aziz, menyampaikan bahwa dari sisi regulasi, seluruh BUMDesa di Bangkalan telah memiliki legalitas yang kuat.
"Secara kelembagaan semua sudah berbadan hukum dan memiliki produknya masing-masing, cuma memang masih ada yang kurang aktif dan bagaimana kita bisa optimalkan," ungkap Abdul Aziz.
Ke depan, DPMD akan terus fokus pada pemetaan dan optimalisasi BUMDesa yang pasif agar mampu menggali potensi desa masing-masing sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan asli desa (PADes). (mzr/uzi/rev)










