TUBAN,BANGSAONLINE.com - Kemunculan tawon jenis Vespa Affinis di Kabupaten Tuban meningkat signifikan sepanjang awal 2026 dengan ratusan laporan evakuasi.
Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban mencatat sedikitnya 240 kejadian evakuasi hingga pertengahan April tahun ini.
Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, mengungkapkan lonjakan tertinggi terjadi pada Maret. Sementara pada 2025, total 839 kejadian telah ditangani dengan puncak pada Juli sebanyak 52 kasus.
"Di bulan Maret saja ada 85 kasus evakuasi tawon. Kami pastikan setiap ada laporan masuk yang disertai titik lokasi, foto, atau video serta identitas pelapor (KTP), petugas kami akan langsung turun membantu," kata Sutaji, Selasa (21/4/2026).
Sutaji menjelaskan perubahan cuaca menjadi salah satu faktor utama meningkatnya populasi tawon tahun ini.
Secara teori, aktivitas tawon biasanya memuncak pada musim kemarau, yakni antara Juli hingga Oktober.
"Namun di tahun 2026 ini, pada bulan-bulan awal intensitasnya sudah tinggi. Hal ini dimungkinkan karena cuaca panas yang ekstrem, termasuk pada Maret kemarin," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat akan bahaya sengatan tawon jenis tersebut. Berdasarkan informasi medis, satu sengatan saja dapat membahayakan kesehatan manusia sehingga diperlukan kewaspadaan tinggi, terutama agar tidak mengganggu sarang.
"Banyak kejadian bermula karena tawon merasa terganggu. Misalnya anak-anak yang melempar sarang atau orang yang mencoba menangkap tanpa pengetahuan dan alat memadai. Tawon akan menyerang siapa pun yang pertama kali mereka lihat saat sarangnya dirusak," ungkap Sutaji.
Untuk meminimalkan risiko, evakuasi sarang tawon dilakukan pada malam hari.
Langkah ini diambil karena tawon bersifat sangat agresif pada siang hari dan cenderung melemah saat malam.
"Kalau malam mereka sudah lemah dan cenderung berkumpul di sarang, itulah waktu yang tepat untuk melakukan evakuasi. Kami mohon masyarakat memahami mengapa jika melapor pagi, petugas baru datang malam hari. Ini demi keselamatan petugas dan warga sekitar. Jika ditangani secara sembarangan pada siang hari, tawon yang berada di luar sarang justru akan mengamuk," bebernya.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan penanganan secara mandiri.
Sutaji menyarankan warga segera melapor kepada petugas Damkar yang telah dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan teknik khusus.
"Membakar sarang itu berbahaya karena berpotensi membuat tawon berpencar dan justru membangun sarang baru di tempat lain. Silakan lapor ke kami, layanan ini gratis tanpa dipungut biaya," pungkasnya. (van)










