SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kian memuncak setelah Presiden AS Donald Trump menyebut operasi militer terhadap Teheran berpotensi berlangsung hingga lima minggu, di tengah rentetan serangan yang menelan korban jiwa di berbagai negara.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan The New York Times. Ia menyebut operasi bisa berjalan selama empat hingga lima minggu, namun tidak merinci bagaimana arah politik di Teheran akan berubah setelah tekanan militer tersebut.
Ucapan tersebut memantik spekulasi luas. Sejumlah pengamat mempertanyakan tujuan akhir Washington, apakah sekadar meningkatkan tekanan militer atau menjadi bagian dari strategi perubahan kekuasaan di Iran.
Memasuki hari kedua ofensif besar-besaran, Amerika Serikat bersama Israel menggencarkan serangan.










