SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kali ini Masjid Nasional Al-Akbar yang terletak di Jl. Masjid Al-Akbar Utara No. 8, Pagesangan, Surabaya, kedatangan tamu asal Sidoarjo. Pria tersebut bernama Jefta Leonardo Lavandian. Ia mengaku telah meyakini kebenaran Islam usai memiliki 3 anak.
Dr. Ahmad Nasih Hidayatullah, Imam Besar Masjid Al-Akbar, yang akan menuntun prosesi ikrar pun mengucap syukur alhamdulillah atas hadirnya hamba Allah yang akan kembali ke jalan Allah.
āMari sama-sama kita saksikan dan doakan, semoga yang akan kembali ke jalan Allah yaitu Jefta Leonardo Lavandiano diberikan hidayah oleh Allah, termasuk keluarga, anak turun kita, dan kapanpun kita kembali kepada Allah tetap dalam keadaan iman Islam,ā ucap Dr. Nasih dihadapan calon mualaf dan para jamaāah yang turut menyaksikan, Jumāat (19/01/2024).
āBoleh kita ngobrol-ngobrol sebentar ya Mas Jefta, namanya Jefta Leonardo Lavandiano, nama asli? Pemberian orang tua apa nyari sendiri?ā tanya Ustadz Nasih.
āNama asli dari orang tua,ā sahut Jefta.
āTak pikir golek dewe,ā canda Dr. Nasih agar calon mualaf tak grogi.
āJenenge kados tiang Brazil nopo Portugal, atau barangkali pemain bola?,ā tanya Dr. Nasih lagi.
āBukan ustadz,ā Jawab Jefri.
Dalam percakapannya dengan Dr. Nasih, Jefta sempat menceritakan bahwa ia anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua orang tuanya berbeda agama. Ayah Islam sedangkan ibu dan kedua adiknya Kristen. Jefta memastikan bahwa ikrar yang akan dilakukan benar-benar serius. Ia membawa dua orang saksi. Diantaranya bernama Edi Prayitno selaku tetangga, dan Anggun Lestari selaku istri.
āAlhamdulillah Mas Jefta serius, tidak hanya dilihat orang di sini, tapi juga Allah dan para malaikat,ā kata Ustadz Nasih.
Usai mencairkan suasana, Ustadz Nasih langsung memulai prosesi ikrar.
āBismillahirrahmanirrahim, Asyhadualla ilaha illallah, waasyhaduanna Muhammadar Rasulullah. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa sungguh Nabi Muhammad adalah utusan Allah,ā ucap Jefta dituntun oleh Dr. Nasih.
Usai menuntun ikrar, Dr. Nasih menjelaskan bahwa jalan setiap orang berbeda-beda. Yang terpenting tetap saling mendoakan yang terbaik. āAlhamdulillah, saat ini sampean sudah menjadi muslim, dipertahankan sampai kembali kepada Allah,ā pesan Dr. Nasih kepada Jefta.
Prosesi ikrar syahadat itu lalu diakhiri doa bersama seluruh hadirin yang dipimpin Ustadz Nasih. (msn)










